waktu saya kelas satu juga saya mendapatkan cinta saya , saya sangat bahagia karna saya mendapatkan kembali cinta , pada awalanya ada 2 orang orang yang suka sama saya yang pertama namanya rahasia orangnya peot atau kurus mirip kaya sapu nyere yang kena air keras, dan satu lagi dia cantik dan saya juga suka sih sama dia namanya respia.
dan orang yang satu lagi suka sama saya yang kurus yang namanya della itu dia orangnya parah banget
dia sampe tau di mana rumah saya dia mungkin ngikutin saya pulang sekolah. pada waktu itu pagi-pagi pas hari minggu pas saya keluar rumah dia sama temenya si fany , udah ada di depan rumah saya dan saking kagetnya mereka liat saya yang diantara mereka ada yang lari sambil bawa salah satu sendal di rumah saya
dan akhirnya saya kehilangan satu sendal saya karna mereka, dan saya sedih di buatnya karna saya kehilangan sendal saya :(
6 hari kemudian pas waktu itu tepatnya hari sabtu pas pelajaran seni rupa saya melihat lewat selah-selah tembok saya melihat respia berada tepat dengan tempat di mana saya duduk ,dan akhirnya saya memberanikan diri untuk nembak dia , dengan bermodalkan kertas dari binder saya , saya menuliskan kata-kata yang mungkin membuat cewe-cewe smp luluh, tulisanya gini : hey kamu cantik ih , mau ga jadi pacar asep. dengan bermodalkan kata-kata itu saya selipkan kertasnya ke selah-selah dinding kelas itu .
dan ta menunggu beberapa lama kertas yang saya selipkan ke selah-selah dinding itu di ambilnya dan diapun membalas di kertas yang sama dan lau mengembalikan kertas itu kembali ke saya lewat selah-selah dinding kelas itu, dan begitu saya buka jawabanya sangat mengaggetkan dia menjawab : makasih , mau jadi pacar kamu. dan dengan jawaban tersebut saya sangat bahagia , dengan cara nembak yang ga kalah romantis dari waktu saya nembak sewaktu sd, dan hari itu resmilah kita berpacaran. dan saya menggunakan cara berpacaran saya waktu sd . setelah itu saya dengan dia ga pernah saling tanya dan nyapa sewaktu pacaran dan saya pacaran diem-dieman lagi !!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar